LISENSI

RmdmRmA6TmA7Rmd8Rmj7Rqw5R7TusBSpMXQpaVQps6ftMBQcsrfoaBL=

CUSTOM CSS DAN JS

CLOSE AD
Artikel,Biaya Pendidikan,daulah islam,hukum islam,islam,kapitalisme,Mahal,Pendidikan Mahal,Sistem Pendidikan Islam,Solusi Islam,

Biaya Pendidikan Mahal : Tahun Ajaran Baru, Tanggung Jawab Baru

Sumber Gambar : Canva

Oleh : Yulianingsih | Aktivis Dakwah Muslimah 

Semangat Baru, Beban Lama

Tahun ajaran baru,tas baru, seragam baru,buku baru. Harusnya semangat baru. Tapi bagi banyak orang tua di tahun ajaran baru sekarang terasa makin berat. Bukan karena anaknya tidak mau sekolah. Tapi karena "harga" untuk sekolah yang berkualitas makin susah di kejar. Pendidikan yang dulu di anggap jalan utama untuk naik kelas sosial, sekarang kerasa kayak pintu yang pintunya makin tinggi anak tangganya.

Padahal Allah SWT berfirman:"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara mu dan orang-orang yang di beri ilmu beberapa derajat"(QS. Al-Mujadilah 11) jika ilmu mengangkat derajat, kenapa jalannya kini makin mahal dan sempit?

Sekretaris Daerah(sekda) Kabupaten Semarang valeanto soekendro meminta pengelola sekolah negeri yang melakukan transaksi jual-beli seragam mengembalikan uang ke para orang tua. (Kompas.com)

Seorang orang tua murid A(inisial) mengatakan anaknya mendaftar di SMP Negeri "biaya seragam di minta Rp.1.470,000 untuk lima stel, satu stel baju olahraga sudah jadi dan empat stel terdiri dari Pramuka, merah-putih, seragam khas masih dalam bentuk kain sehingga harus di jahit dulu. Saat di sekolah, kata A, dia dan orang tua siswa yang lain mendapat paparan mengenai peraturan sekolah."Namun saat di panggil ke depan, dihadapan guru diminta menandatangani kesepakatan soal seragam tersebut, terus terang saya menolak karena keberatan". Ujarnya.


Realita: Pendidikan Berkualitas Kian Mahal

Dalam sistem kapitalisme, pendidikan di posisikan sebagai komoditas yang diperjualbelikan bukan hak dasar setiap warga negara.

Pertama, pendidikan terus dikomersialisasi. Banyak sekolah elit mematok uang pangkal puluhan juta, fasilitas mewah jadi standar"kualitas ".

Kedua, muncul banyak biaya tak langsung. Seperti les, bimbel, studytour, seragam khusus untuk 1 anak di kota bisa habis Rp.1,5-3jt perbulan.

Ketiaga, kesenjangan yang terus kian terasa. Sekolah negeri di pusat kota dibandingkanpinggiran jauh berbeda, yang kaya bisa beli akses, yang miskin hanya bisa pasrah. Hal tersebut bertentangan dengan tujuan syari'at Islam, karena Islam menjadikan ilmu sebagai hak,bukan barang dagangan.


Dampaknya: lebih dari sekedar uang 

Bagi orang tua, mereka sering sekali terjerat utang demi SPP anak. Padahal Rasulullah Saw "berlindung dari utang. Beliau berdoa:"Ya Allah,aku berlindung kepada mu dengan rasa gelisah dan sedih dari lemah dan malas,dari pengecut dan kikir dan dari lilitan utang dan penindasan orang"(HR. Bukhori 6363).

Bagi Anak, banyak anak cerdas berhenti sekolah Karena biaya. Potensi bangsa hilang padahal setiap anak adalah amanah. Rasulullah Saw bersabda:"setiap kalian adalah pemimpin,dan setiap kalian akan di mintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya "(HR. Bukhori 7138).

Bagi Bangsa, ketika hanya orang kaya yang bisa sekolah bagus berkualitas,maka keadilan sosial runtuh. Padahal Islam sangat menekankan pemerataan.

Tahun ajaran baru seharusnya jadi pintu rahmat,bukan pintu utang,ilmu adalah cahaya Allah SWT berfirman: "apakah sama orang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui (QS.Az-Zumar:9). jika cahaya itu hanya di jual mahal,maka banyak generasi akan tetap dalam gelap. Mari kita kembalikan pendidikan pada fitrahnya,amanah,gratis bagi yang tidak mampu, dan mudah di akses semua dengan Al-Quran, hadist, zakat dan wakaf sebagai kompasnya. In syaa Allah tidak ada lagi anak yang gagal untuk meraih pendidikan yang berkualitas karena masalah biaya.


Solusi dalam pandangan Islam 

Ilmu adahal amanah umat. Menuntut ilmu di dalam Islam hukumnya wajib. Rasulullah Saw bersabda"menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim "(HR. Ibnu Majah 224)"wajib"artinya negara dan umat harus menyediakan jalannya,tidak boleh anak muslim yang terhalang belajar karena miskin.

Di dalam sistem pendidikan Islam, pendidikan urusan negara, negara wajib menanggung biaya pendidikan yang diambil dari Baitul mal, jadi dana umat yang dikumpulkan di Baitul mal yang berupa zakat, wakaf, infak, jidyah, kharaj, ghonimah, dan fa'i harus kembali untuk mencerdaskan umat.


Larangan memberatkan dan menuntut keuntungan berlebihan 

Islam melarang ghabn fahisy atau mengambil untung yang memberatkan Rasulullah SAW bersabda "Barang siapa yang tidak menyayangi anak kecil kami,dan tidak menghormati orang tua kami,maka dia bukan dari golongan kami."(HR.Tirmidzi 1919). Sekolah yang menaikkan biaya tanpa alasan jelas,memaksa iuran yang memberatkan atau menggaji guru di bawah UMR,telah melanggar prinsip kasih sayang dan keadilan dalam Islam.

Contoh sejarahnya atas keberhasilan diterapkannya sistem pendidikan Islam. Yaitu pada zaman khilafah Abbasiyah. Baitul mal membiayai "Baitul hikmah" di Baghdad. Semua gratis, seperti gedung, guru, kitab, asrama, sampai uang saku murid. Hasilnya lahir ilmuwan besar seperto Al-Khawarizmi (penemu Al jabar), Ibnu Sina (bapak kedokteran).

Itu sebabnya di dalam Islam, pendidikan itu hak, bukan komoditas. Jadikan pendidikan itu bagian amanah bersama. Dengan menegakkan keadilan,menghidupkan wakaf dan menguatkan ta'awun untuk meraih pendidikan berkualitas yang akan mencetak generasi emas.

Semua itu bisa terwujud dengan di terapkan ya sistem pendidikan Islam di bawah naungan khilafah islamiyah.

Wallahu A'lam bishshawab

Halaman
3733067073743872993
Chat Kami disini

Form Bantuan Whatsapp

Hello! Ada yang bisa dibantu?
×
×
Total Harga ( Produk)

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya

Total Harga ( Produk)

Biaya Admin:

Biaya ongkir: dg berat ()

Total Pembayaran:

Untuk produk fisik, Ongkos kirim akan muncul setelah ongkir dipilih

Tampilkan Kupon