Bukalah Perbatasan Raffah!
Oleh : Nabila Hidayatul Mughni | Aktivis
Dakwah Islam
Krinkz.co - Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin
menyatakan tingkat kepatuhan dalam pembukaan kembali perlintasan Rafah antara
Mesir dan Gaza baru mencapai 29 persen, di tengah-tengah penutupan ketat yang
diberlakukan Israel. Dalam pernyataan resminya, kantor tersebut menyebutkan
bahwa pada periode 2–15 Februari, hanya 811 pelintas yang berhasil melintasi
perlintasan Rafah dari total 2.800 orang yang menjadwalkan perjalanan. Dari
jumlah tersebut, 455 orang diizinkan keluar dari Gaza, 356 orang tiba di Gaza,
sementara 26 lainnya dipulangkan.
https://gazamedia.net/kantor-media-gaza-pembukaan-rafah-baru-29-dari-target/
Buka tutupnya pintu Rafah tidak konsisten,
seringkali mengikuti kemauan penjajah. Sehingga akses bantuan seringkalai
terhambat. Banyak yang tertimbun belum bisa terdistribusikan. Seharusnya mesir
membuka secara total pintu perbatasan Raffah agar bantuan dari negara lain termasuk
dari negaranya bisa langsung terdistribusikan ke penduduk Ghaza. Seringkali
terhambatnya pembukaan pintu perbatasan di Raffah menyebabkan bahaya kelaparan
mengintai hingga krisis berkelanjutan di Ghaza.
Sudah saatnya negeri negeri muslin membuka
lerbatasannya termasuk mesir agar bisa membantu aktifitas jihad di Ghaza Palestina.
Seharusnya sekat nasionalisme dan tekanana dari negara kafir penjajah dilawan
bukan malah tunduk dan patuh pada aturan penjajah. Sehinggak aum muslim menjadi
bagian dari sekutu dari para penjajah, menjadi pengkhianat dari saudaranya
sendiri.
Masalahnya akan berlarut seperti ini, selama
negeri-negeri muslim belum bersatu melawan hegemoni Amerika dan isr4el. Dan
ummat muslim harus satu sikap yakni menyingkirkan penjajahan dan saling membantu
dalam rangka jihad fii sabilillah. Bukan malah mempersulit bantuan dan
menghambat bantuan sampai pada rakyat Ghaza yang terdzolimi.
.jpg)