Islam Menjadikan Akidah Sebagai Asas Dalam Berperilaku
Oleh : Ai Nuryani | Ibu Rumah Tangga
Krinkz.co - Palembang: Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, dibuat terkejut dengan terungkapnya kasus pembunuhan tragis yang dilakukan seorang anak kepada ibu kandungnya sendiri.
Pelaku yang diketahui sebagi anak kandung korban dengan nama Ahmad Fahrozi, 23. Ia bahkan tega memutilasi dan membakar jasad ibunya sendiri, sebelum menguburkannya di kebun area dekat rumah korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku yang tinggal mengontrak sejauh 20 kilometer dari kediaman ibunya mengaku tega melakukan aktivitas menghabisi nyawa ibunya karena emosi. Sebab korban tidak mau memberikan uang pada saat pelaku memintanya untuk bermain judi online slot.
Sudah bukan hal yang baru, fakta yang terjadi kecanduan judi online. Kembali menambah fenomena di dalam sistem sekulerisme ini. Di tengah sulit nya himpitan ekonomi banyak orang ingin kaya secara instan, ingin punya uang tanpa usaha maksimal, dan judi menjadi pilihan dangkal, sungguh memprihatinkan. Masyarakat pun sudah tahu akan konsekwensi saat mereka mulai bermain judi. Perbuatan judi memang menghancurkan segalanya. Yang beriman menjadi kalap, yang menang bisa menjadi jahat, yang kalah bisa gelap mata, yang kaya bisa melarat, apalagi yang miskin.
Memang benar judi adalah perbuatan individu atas kehendaknya sendiri. Tetapi kalau kita telusuri lebih dalam, mengapa masyarakat kerap bermain judi?. Sudah pasti ada faktor yang melatarbelakangi. Bisa karena tuntutan ekonomi, pengaruh lingkungan, dan sanksi yang belum memberi efek jera. Dan semua ini menjadi tanggung jawab negara.
Dan inilah salah satu kelemahan sistem kapitalis, melihat akar masalah. Menjamur nya judol tidak terlepas dari banyak nya permintaan judi, dalam waktu singkat. Judol telah menjadi mesin uang yang menggiurkan bagi masyarakat. Dan ini karena negara yang berpegang pada prinsip kapitalisme demokrasi tidak menjadikan halal haram sebagai tolak ukur dalam memandang masalah.
Padahal telah di jelaskan dalam alquran, Alloh ta'ala berfirman ;
"Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".(TQS.Al Maidah 90).
Islam menjadikan akidah sebagai asas kehidupan dan halal haram sebagai standar berprilaku, bukan manfaat materi. Sehingga keimanan menjadi benteng pertama bagi individu dalam bertindak. Di dalam islam negara menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat, agar terwujud kesejahteraan. Negara membuka lapangan kerja seluas luasnya, dan memberikan modal kerja bagi pencari nafkah. Dengan begitu masyarakat akan tersibukan mencari harta halal ketimbang memilih jalan instan yang di haramkan.
Maka fungsi negara tidak hanya melayani dan mengurusi berbagai urusan rakyat, tetapi juga melindungi serta mencegah warga negara nya dari perbuatan maksiat. Dan dislam juga menetapkan hukum sanksi yang tegas yakni uqubat) yang bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa) bagi pelaku kriminal (baik judol dan juga pembunuhan). Sehingga menjerakan pelaku dan memutus rantai kejahatan. Demikianlah, islam mampu menyelesaikan segala keharaman (termasuk judi) dengan penegakan seluruh syariat islam dalam kehidupan.
Wallahu alambiashawab.
.jpg)