El Rumi Menolak Pola Lama, Mampukah Aturan Baru Ini Mengubah Rumah Tangga Selebriti?
El mengungkapkan, keputusan tersebut lahir dari pengalaman masa kecilnya yang kerap melihat orang tua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ia menilai pola itu tidak ingin diulang dalam kehidupan rumah tangga yang akan ia bangun. Karena itu, sejak awal El dan Syifa sepakat membicarakan batasan pekerjaan, pembagian waktu, serta peran masing-masing setelah menikah.
Menurut El, aturan rumah tangga yang mereka susun bukan untuk membatasi karier, melainkan memastikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Ia menekankan bahwa pekerjaan tidak boleh mengorbankan kehadiran di rumah, terlebih jika kelak sudah memiliki anak. Fokus utama, kata El, adalah menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan penuh keterlibatan emosional.
Ia juga menyinggung perannya sebagai kepala keluarga. El menegaskan kesiapan untuk menafkahi keluarga, namun tetap mengingatkan bahwa tanggung jawab finansial harus diiringi dengan kehadiran secara fisik dan emosional. Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari kualitas hubungan dalam keluarga.
Syifa Hadju disebut sejalan dengan pandangan tersebut. Ia memahami pentingnya komunikasi sejak dini dan sepakat untuk menata prioritas bersama. Syifa berharap pernikahan yang dijalani nantinya bisa berjalan harmonis dan bertahan lama, dengan fondasi saling pengertian dan komitmen yang kuat.
Pasangan ini bahkan membagikan sebagian proses diskusi mereka kepada publik melalui kanal digital yang dikelola bersama. Dari sana terlihat bahwa El dan Syifa tidak hanya membicarakan rencana pernikahan, tetapi juga nilai-nilai yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suami istri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kesiapan mental sebelum memasuki fase baru.
Dalam hal perayaan pernikahan, El memilih konsep yang lebih sederhana. Ia tidak berencana menggelar pesta besar tambahan setelah acara utama. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keluarga serta keinginan untuk menjaga esensi pernikahan sebagai momen sakral, bukan sekadar seremoni megah.
Syifa mendukung penuh pilihan tersebut dan menyatakan siap mengikuti keputusan bersama. Kesepakatan ini semakin memperkuat kesan bahwa keduanya berusaha menyelaraskan visi sejak awal, termasuk dalam hal gaya hidup dan pengelolaan keluarga ke depan.
Rencana pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan 2026 pun terus menjadi perhatian publik. Dengan prinsip yang telah disepakati dan komunikasi yang terbuka, pasangan ini berharap dapat membangun rumah tangga yang lebih seimbang dan tidak mengulang pola lama yang mereka anggap kurang ideal.
P: Agus Sanjaya
