SISTEM SEKULERISME DAN KAPITALISME MENCETAK GENERASI YANG RAPUH DAN INDIVIDUALISTIK
Oleh : Neni Murniati | Aktivis Dakwah Muslimah
Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19), masih menjalani perawatan intensif di RS Saiful Anwar, Malang ( 16/9/2026 ). Mahasiswa tersebut masih krisis, setelah melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya. Menurut hasil penyelidikan hal ini terjadi karena adanya persoalan asmara dengan kekasihnya.
Di Jakarta Pusat pun terjadi hal yang serupa yaitu seorang pria berinisial FS (30) ditemukan tidak bernyawa diduga bunuh diri di dalam kawasan Gelora Bung Karno (6/9/2026) dini hari. Sebelum meninggal FS sempat membuat unggahan di media sosial tentang dirinya. Dalam unggahan tersebut FS membuat cuitan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada teman temannya sebelum mengakhiri hidupnya.
FS juga mengunggah sebuah bukti transaksi senilai Rp 40 juta yang didominasikan kepada komunitas kesehatan mental serta rumah singgah bagi kucing dan anjing liar agar bisa mendapatkan makan dan kehidupan yang layak. (Jakarta kompas.com)
Hotline pencegahan bunuh diri Healing 119.id mencatat klien didominasi kelompok usia 21-30 tahun, menunjukan krisis kesehatan mental paling banyak menimpa generasi muda.
Sekularisme berhasil menjauhkan masyarakat dari agama, semua problematika kehidupan yang terjadi di masyarakat solusinya diambil dari hasil pemikiran manusia sehingga bukan solusi yang didapat tapi malah menambah masalah.
Termasuk penomena bunuh diri yang terjadi di kalangan generasi muda. Sekularisme mencabut akidah dari kehidupan sehingga generasi kehilangan pegangan saat menghadapi tekanan hidup tanpa iman sebagai benteng kesulitan terasa berat dan berujung pada keputusasaan.
Dalam sistem kapitalisme agama diposisikan sebagai urusan pribadi, di rumah atau tempat ibadah bukan sesuatu yang dibicarakan di sekolah, kampus, kantor, atau tempat umum lama kelamaan masyarakat menganggap bahwa agama itu sudah tidak relevan lagi untuk dibahas di ruang umum.
Kapitalisme melahirkan masyarakat individualistik, setiap orang berjuang sendiri tanpa ikatan masyarakat yang kuat kesepianpun merajalela, padahal secara materi mereka berkecukupan. Gaya hidup dan industri hiburan seperti film, music, fashion, game banyak dibangun dengan nilai sekuler, kebebasan individu, hedonisme, materialistis. Kalau generasi muda menghabiskan 6-8 jam sehari dalam ekosistem ini maka dapat dipastikan generasi muda makin jauh dari kehidupan beragama.
Inilah yang terjadi apabila penguasa menganut sistem sekularisme dan kapitalisme yang akan membentuk generasi muda yang rapuh dan individualistik.
Islam membangun akidah sebagai benteng jiwa sejak dini. Keyakinan bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah menjadi penahan terkuat bagi seorang muslim dari keputusasaan. Islam membangun ikatan yg kuat antara keluarga dan masyarakat berdasarkan aqidah, jadi tidak ada seorang pun yang dibiarkan menanggung beban hidupnya sendirian dan merasa kesepian.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanmya." " (QS. Al Baqarah 286)
Jadi Allah memberikan ujian terhadap umatnya sesuai kemampuannya sehingga dalam setiap ujian pasti ada solusinya, sedangkan dalam kapitalisme mengajarkan , kalau kita gagal berarti kamu tidak berharga tapi dalam Islam mengajarkan sebaliknya bahwa kalau kamu gagal berarti harus lebih bersabar dan bertawakal dan mengenai hasil Allah yang menentukan, Islam tidak mengajarkan berputus asa apabila apa yang diinginkan tidak sesuai dengan harapan pasti ada hal yang terbaik yang sedang menunggu kita.
Sistem Islam sangat lah sempurna sampai akhir zaman, hanya dengan Islam Kaffah semua problematika kehidupan termasuk rapuhnya generasi muda dapat diatasi, karena sistem pendidikan Islam berbasis aqidah yang kuat yang dapat melahirkan generasi muda yang bertaqwa dan beriman. Juga dengan sistem ekonomi Islam yang menjamin kesejahteraan umatnya sehingga rakyat hidup nyaman tenteram dan sejahtera.
Wallahu 'alam bishawab
