Mencontoh Kepribadian dan Akhlak Rasulullah SAW Lahir Dari Risalah Islam
Oleh : Ika Kartika | Aktivis Dakwah Muslimah
Krinkz.co - Ketua BANAS Kab Bandung mengajak warga teladani kedermawanan Rosulullah SAW. Dilansir dari Mili.id, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bandung menjadi momentum untuk mengajak masyarakat tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., saat menghadiri Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Bandung di Dome Bale Rame, Selasa (25/8/2026).
Racun sistem sekulerisme kapitalisme yang telah merasuk dalam tubuh umat saat ini, dengan menyempitkan kecintaan pada Rasulullah Saw hanya pada aspek akhlakiyah saja dan menjauhkan pondasinya, yaitu menerapkan Islam secara Kaffah. Kecintaan umat kepada nabi Muhammad Saw harusnya tidak di sempitkan pada aspek akhlakiyah dan kedermawanan beliau saja , namun pada seluruh aspek kehidupan yang beliau contokan, baik terkait hubungan dengan Allah (akidah dan ibadah) dengan dirinya sendiri (makanan, pakayan, akhlak) dan manusia lainnya (muamalah dan uqubat)
Di lahirkannya Rasulullah Muhammad Saw ke dunia ini semestinya tidak hanya peringatan atasa kelahiran (maulid) beliau, sejatinya merupakan kesyukuran dan kecintaan atas datangnya cahaya petunjuk yang mengandung makna kemenangan. Demikian Allah berfirman yang artinya : Dialah tuhan yang telah mengutus Rasul-nya (dengan membawa) petunjuk (Al- Qur'an) dan agama yang benar untuk dia menangkan atas segala agama walaupun kaum musyrik tidak suka (QS At - Taubah [9]:33).
Mencintai Rasullah tidak akan terpisahkan dari kesempurnaan iman seorang muslim.akan tetapi mencintai beliau tidak boleh sekedar ungkapan emosional saja. Akan tetapi mesti di wujudkan dengan menaati apa yang sudah di bawa dan d ajarkan oleh rasulullah.dengan menaati Sunnahnya, membela kehormatannya, serta menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup. Ittiba kepada Rasulullah Saw adalah bukti kecintaan kepada Allah SWT. Allah juga berfirman yang artinya : katakanlah Muhamad jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian (QS Al 'Imron [3]: 31).
Kepribadian, akhlak dan kedermawaanan Rasulullah Saw. Lahir dari risalah Islam yang beliau dakwahkan dan terapkan dalam negri Islam pertama di madinah. Di Madinah pertama kali daulah Islam tegak beliau telah memberikan contoh sebagai seorang pemimpin (kepala negara) dalam menerapkan kebijakan dengan adil dan tanpa membeda-bedakan status sosial.
Kepemimpinan Rasulullah Saw sebagai kepala negara di Madinah di bangun di atas prinsip ketundukan penuh kepada Wahyu Allah SWT, keadilan yang tidak memandang status sosial ,serta pengangkatan pejabat berdasarkan integritas, ketakwaan dan kompetensi. Kepemimpinan Rasulullah Saw menjadi teladan bahwa pemerintahan yang baik di bangun di atas syariah Islam yang mengutamakan ketakwaan serta profesional. Semua ini demi mewujudkan kemaslahatan masyarakat, kehidupan Islam serta terbebas dari berbagai bentuk penjajahan ideologi kufur.
Rasulallah SAW tidak hanya mengajak sholat, dan akhlak mulia saja. Beliaupun membangun masyarakat yang berkeadilan, menegakkan hukum Islam, memimpin musyawarah mengangkat pejabat yang amanah dan kompeten, membuat perjanjian dengan berbagai kelompok,serta menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat meneladani Rasulullah dengan sempurna hanya bisa terwujud dengan menegakkan kembali sistem pemerintahan Islam. Sebab hanya dengan sistem Islam (khilafah) seluruh aspek kehidupan akan mencontoh apa yang sudah di praktekkan oleh Rasulullah SAW.