LISENSI

RmdmRmA6TmA7Rmd8Rmj7Rqw5R7TusBSpMXQpaVQps6ftMBQcsrfoaBL=

CUSTOM CSS DAN JS

CLOSE AD
WIDGET SLIDER
WIDGET TOPIK
WIDGET VIDEO
KRINKZ.CO Memuat artikel utama... Memuat...
Artikel,darurat,HIV AIDS,Kesehatan,Masalah,negara,Pendidikan,penyakit,remaja,solusi,Solusi Islam,solusi sistemik,

Remaja Darurat Terjangkit HIV, Islam Tawarkan Solusi

Sumber Gambar : Canva

Oleh : Nisryna Riri | Mahasiswi

Krinkz.co - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat, sejak tahun 2001 sampai Juni 2026, jumlah orang yang hidup dengan HIV mencapai 7.230 orang. Dari angka tersebut, 522 orang ternyata adalah pelajar, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Ini sungguh mengkhawatirkan, karena artinya penyakit yang seharusnya jarang didengar justru kini menjangkau anak-anak yang masih bersekolah.

Pemerintah menyebutkan bahwa angka yang makin tinggi itu bukan berarti penularan makin meluas, melainkan karena pemeriksaan kesehatan yang makin banyak dilakukan sehingga semakin banyak orang yang baru mengetahui status kesehatannya. Namun Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan, pemahaman tentang bahayanya pergaulan bebas harus diberikan sejak dini. Sayangnya, pembahasan tentang menjaga kesucian diri masih sering dianggap hal yang tabu, sehingga pencegahannya pun tidak berjalan dengan baik.

Fakta ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang sangat keliru dalam kehidupan kita saat ini. Ketika agama dijauhkan dari kehidupan sehari-hari, maka hilanglah kendali yang menjaga manusia dari perbuatan buruk. Remaja tumbuh tanpa memahami bahwa ada aturan Allah yang melindungi kehormatan diri, sehingga pergaulan menjadi bebas tanpa batas. Inilah yang menjadi akar utama mengapa penyakit berbahaya ini makin meluas ke kalangan pelajar.

Solusi yang ditawarkan pemerintah pun belum menyentuh akar masalahnya. Semua upaya masih berfokus pada penjelasan cara menjaga kesehatan secara fisik saja. Padahal, jika seseorang tidak memiliki kesadaran menjaga kehormatannya karena takut kepada Allah, seberapa pun banyaknya pengetahuan medis yang diberikan tidak akan mampu menahannya dari perbuatan tercela. Selama akar masalahnya yaitu hilangnya kendali agama dari kehidupan tidak diselesaikan, maka penyakit ini akan terus bertambah banyak dan makin meluas.

Islam datang membawa sistem yang sangat lengkap dan sempurna. Islam tidak hanya mengatur cara menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga membentengi manusia sejak awal dari segala perbuatan yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain. Islam memberikan aturan pergaulan yang jelas dan tegas agar manusia terjaga kehormatannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

(QS. An-Nur: 30)

Dan firman-Nya kepada kaum wanita:

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..."

(QS. An-Nur: 31)

Selain menata pandangan dan pergaulan, Allah SWT juga menutup segala pintu yang dapat mengarah kepada kerusakan, salah satunya dengan melarang mendekati zina. Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

(QS. Al-Isra: 32)

Dengan larangan mendekati zina, berarti Allah SWT juga melarang segala jalan, perbuatan, dan keadaan yang dapat mendekatkan manusia kepada perbuatan tersebut. Termasuk pergaulan yang bebas, berduaan dengan yang bukan mahram, serta hal-hal lain yang dapat membangkitkan syahwat. Inilah benteng paling kuat yang dapat melindungi generasi muda dari penyakit dan kerusakan.

Pendidikan dalam Islam juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesucian diri dan kesehatan tubuh adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Setiap anggota tubuh yang kita miliki adalah titipan Allah, dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaannya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hendaklah hamba itu mengetahui bahwa ia akan disaksikan oleh pengawas-pengawas (malaikat) dan dilindungi oleh pengatur (Allah), serta memiliki pengawas yang mulia, dan catatan yang diterima. Setiap ucapan dan perbuatannya akan dicatat."

(HR. Tirmidzi)

Selain itu, perlindungan terhadap generasi muda juga harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, lingkungan, dan negara. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila ketiga pilar ini, keluarga, masyarakat, dan negara, berjalan bersamaan dengan menegakkan aturan Allah SWT, maka insyaAllah akan lahir generasi yang terjaga akidahnya, terjaga kehormatannya, dan terjaga kesehatannya dari segala macam kerusakan.

Halaman
3733067073743872993

Ads Kco Kiri

Ads Kco Kanan

Chat Kami disini

Form Bantuan Whatsapp

Hello! Ada yang bisa dibantu?
×
×
Total Harga ( Produk)

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya

Total Harga ( Produk)

Biaya Admin:

Biaya ongkir: dg berat ()

Total Pembayaran:

Untuk produk fisik, Ongkos kirim akan muncul setelah ongkir dipilih

Tampilkan Kupon