Islam Dalam Memandang Bencana
Oleh : Anisa Nur Asifa | Aktivis Dakwah Muslimah
Kabupaten Bandung kini memasuki usia ke-385 sejak berdiri pada 20 April 1641. Wilayah yang terdiri dari 31 kecamatan ini terus bergulat dengan persoalan klasik, mulai dari kemiskinan, banjir, sampah, hingga infrastruktur. Wilayah yang sehari-hari dilewati nyatanya belum bisa memberikan rasa nyaman sepenuhnya.
Permasalahan kemiskinan dan rumah tidak layak huni (rutilahu) masih menjadi tantangan nyata. Di sisi lain, kemacetan juga kerap terjadi, terutama di kawasan perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Kondisi ini mencerminkan tekanan urbanisasi yang terus meningkat tanpa diimbangi penataan dan pemerataan yang optimal. Sementara itu, banjir masihterus menjadi persoalan tahunan yang belum menemukan solusi permanen.
Pandangan Islam
Solusi dalam islam dalam menghadapi bencana alam yang terjadi yaitu dengan sabar dan ridha, tobat dan muhasabah, lalu iktiar maksimal dalam pemulihan pasca bencana. Islam mengajarkan kita dalaam menghadapi setiap musibah yang terjadi.
Pertama, terima dengan sabar dan ucapkan innalillahi wainainailaihi rojiun ridho akan ketetapannya, karena setiap musibah yang terjadi datang dari Allah SWT dan tidak bisa dihindari.
Kedua muhasabah diri dan bertaubat tidak mungkin suatu musibah terjadi tanpa sebab apapun, pasti ada sebab akibat yang terjadi seperti contohnya bencana banijir, mungkin ada campur tangan manusia yang merusak Alam seperti penebaangan pohon yang menjadi penyerapan air hujan, penumpukan sampah platik di sungai karena membuang sampah sembarangan.
Ketiga dengan berikhtiar solidaritas sosial/ukhuawah yang bisa di lakukan oleh setiap individu, masyarakat dan pemerintah. Misal seharusnya setiap sampah plastik itu di olah dan menjadi tanggung jawab pribadi yang harus selesai disetiap rumah dan keluarga masing-masing setidaknya tangan kita tidak menjadi salah satu penyumbang akibat bencana terjadi.
Contoh bencana banjir bisa di cegah pertama dengan kesadaran setiap individu tentang dampak dari setiap tindakan merugikan mereka terhadap alam. Lalu, kesadaran masyatakat jika sudah sadar maka bergerak lah dan sosialisasi kan kesadaran ini kepada setiap individu lain nya agar bisa menjadi masyarakat yang sama sama berjuang untuk melestarikan lingkungan karena kita tidak bisa bergerak sendiri sendiri semua harus bergerak dengan kesadaran penuh baik dari pihak individu, masyarakat dan pemerintah.
Terakhir, pemerintah bisa membangun infrastruktur untuk mecegah terjadi bencana, dan mengkoordinasi masyarakat umum agar lebih sadar dan mau bergerak bersama bergotong royong saling membahu membangun kesadaran tentang pentingnya Alam untuk manusia dan mahluk lainnya hidup.
Namun satu hal yang tak boleh terlupakan bahwa, kerusakan yang ada di bumi merupakan akibat dari ulah tangan manusia. Maka perlu adanya perbaikan menyeluruh untuk menyelesaikannya, bukan sekedar menanggulangi bencana semata.
.jpg)