Mengapa Gempa Ini Begitu Mematikan? Fakta di Balik Tragedi Filipina yang Mengejutkan Dunia
![]() |
| Gempa Filipina Tewaskan 19 Orang |
KRINKZ.CO, Manila – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin pagi waktu setempat. Bencana yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao itu menyebabkan sedikitnya 19 orang meninggal dunia, lebih dari 130 orang mengalami luka-luka, dan belasan lainnya masih dinyatakan hilang.
Guncangan kuat terjadi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat Provinsi Sarangani. Otoritas Filipina melaporkan sejumlah wilayah terdampak parah, termasuk Kota General Santos, Cotabato Selatan, Sultan Kudarat, dan Sarangani yang berada tidak jauh dari pusat gempa.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut merusak berbagai bangunan dan infrastruktur. Sejumlah gedung dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga roboh. Rekaman dari lokasi memperlihatkan puing-puing bangunan berserakan di beberapa kawasan perkotaan. Aktivitas warga sempat lumpuh akibat guncangan yang berlangsung cukup kuat dan diikuti sejumlah gempa susulan.
Pemerintah setempat juga melaporkan bahwa sedikitnya 12 orang masih dalam pencarian. Tim penyelamat dikerahkan ke berbagai titik untuk mengevakuasi korban dan mencari warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Operasi pencarian terus berlangsung karena dikhawatirkan jumlah korban dapat bertambah seiring proses evakuasi yang masih berjalan.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan di daratan. Otoritas Filipina sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir setelah terdeteksi aktivitas gelombang laut akibat gempa bawah laut tersebut. Peringatan serupa juga dipantau oleh sejumlah negara di kawasan Pasifik, termasuk Indonesia dan Jepang. Meski demikian, ancaman tsunami berangsur mereda beberapa jam setelah gempa terjadi.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk mengikuti arahan petugas dan segera menuju lokasi yang lebih aman apabila diperlukan. Pemerintah pusat bersama militer dan badan penanggulangan bencana nasional juga telah mengerahkan bantuan darurat ke daerah terdampak guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.
Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengganggu layanan publik. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi. Aktivitas di Bandara Internasional General Santos bahkan sempat dihentikan sementara untuk memastikan keamanan operasional penerbangan setelah gempa besar mengguncang kawasan tersebut.
Hingga kini, pemerintah Filipina masih melakukan pendataan kerusakan dan jumlah korban secara menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, pemulihan layanan dasar, serta bantuan bagi ribuan warga yang terdampak bencana. Gempa ini menjadi salah satu yang terkuat yang melanda Filipina dalam beberapa dekade terakhir dan kembali mengingatkan tingginya risiko aktivitas seismik di kawasan tersebut.
P: Shira Ade
