Gubernur NTT Murka, Dokter Icha Diduga Diintimidasi Anggota Dewan, Keluarga Tuntut Keadilan
KRINKZ.CO, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kemarahan dan keprihatinannya atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah keluarga menduga korban mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi saat bertugas sebagai tenaga medis.
Dr. Icha merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ia meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026, setelah sebelumnya diduga mengalami depresi akibat insiden saat menangani pasien korban gigitan ular.
Menurut keterangan keluarga, tekanan psikologis bermula ketika sejumlah anggota DPRD TTU mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan memprotes penanganan medis yang dilakukan dr. Icha. Keluarga menilai tindakan tersebut berdampak besar terhadap kondisi mental almarhumah.
Gubernur NTT menegaskan kasus tersebut harus diusut secara menyeluruh. Ia meminta seluruh proses investigasi dilakukan secara transparan agar penyebab meninggalnya dr. Icha dapat terungkap dengan jelas.
Kementerian Kesehatan juga telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi. Pemerintah memastikan seluruh fakta akan dikumpulkan, termasuk dugaan intimidasi yang dialami korban saat menjalankan tugasnya sebagai dokter.
Kepolisian turut melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak. Proses tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kasus ini memicu perhatian dari kalangan tenaga kesehatan. Banyak pihak menilai perlindungan terhadap dokter dan tenaga medis perlu diperkuat agar mereka dapat bekerja tanpa tekanan maupun ancaman saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Sementara itu, keluarga berharap proses hukum berjalan secara objektif dan transparan. Mereka meminta siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk menghormati proses penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pengungkapan fakta tidak terganggu.
Hingga kini investigasi masih berlangsung. Kasus meninggalnya dr. Icha diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan sekaligus memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
P: Agus Sanjaya
