LISENSI

RmdmRmA6TmA7Rmd8Rmj7Rqw5R7TusBSpMXQpaVQps6ftMBQcsrfoaBL=

CUSTOM CSS DAN JS

CLOSE AD
Artikel,bobrok,kapitalisme,Sistem Islam,

Capek Harga Naik dan Pajak Tinggi : Wajib Ganti Sistem?

Sumber Gambar : Canva

 Oleh : Leni Sartika | Aktivis Dakwah Muslimah


Sejak runtuhnya institusi Khilafah, umat Islam terus dihadapkan dengan berbagai permasalahan selama. Inilah ini adalah akar masalah sesungguhnya dari berbagai permasalahan yang ada, yakni Umat Islam hidup dalam sistem rusak dan jauh dari Islam.


Masih banyak umat yang belum memahami, bahkan salah kaprah, mengganggap tidak wajib menerapkan hukum Islam dan menegakkan Khilafah. Sikap pasif dan penyerahan total kepada segelintir kelompok masih dominan. Bahkan ketika berbagai masalah di negeri ini datang solusi yang mereka gamblang kan hanyalah pergantian pejabat, penggantian presiden,  turunkam harga bahan pangan, turunkan pajak dan lainnya. Hingga saat dihadapkan masalah, hanya solusi sesaat yang terus dilakukan


Belum ada masyarakat yang menyuarakan Pergantian sistem di negara ini. Padahal sistem demokrasi ini telah kita rasakan kebobrokannya tapi mengapa mereka tidak menggemborkan Pergantian sistem? 


Fardu kifayah sama dengan kewajiban yang harus di lakukan umat muslim kalau tidak ada yang mengerakan atau memperjuangkan instansi negara Islam maka semua orang berdosa karena telah lalai. Fardhu kifayah sering dipahami sebagai kewajiban yang boleh diabaikan jika sudah ada yang mengerjakan. Padahal, dalam konteks Khilafah, kewajiban ini mengikat seluruh umat hingga kewajiban itu benar-benar tertunaikan secara sempurna. Diamnya mayoritas umat menjadikan dosa terus berjalan. Umat dengan seluruh potensi keilmuan, massa, dan sumber dayanya wajib disadarkan dan dipandu untuk bergerak aktif. Menegakkan Khilafah bukan pilihan politik, melainkan fardhu yang tidak bisa ditawar atau dikompromikan. Menegakkan Islam adalah "iqamatud din" bikin Islam hidup di asalkan dan jadi sistem dalam kehidupan


Dari segi sifat wajib, fardhu kifayah tidak lebih rendah dari fardhu 'ain. Keduanya sama-sama harus ditunaikan. Imam Az-Zarkasyi menegaskan, seluruh mukallaf berdosa jika meninggalkan fardhu kifayah sebelum ada yang menunaikannya secara tuntas. Ini menuntut kesegeraan dan pengerahan dari umat.


Jika mampu, wajib menegakkannya secara langsung. Jika belum mampu, maka wajib menempuh jalan sistematis agar menjadi mampu. Ini mencakup pendidikan ideologis, pembinaan umat, dan penyiapan SDM. Kaidahnya, “Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib, apa yang menjadi penyempurna kewajiban, maka hukumnya wajib.


Dimulai dari muhasabah lil hukkam, yakni engoreksi dan menuntut penguasa untuk kembali kepada hukum Allah. Kedua penyiapan umat, mencetak umat yang hanya ridha diatur Islam, paham politik Islam, dan memiliki keberanian menuntut perubahan sistemik. Ketiga, peran strategis mubalighah dan aktivis dakwah, sebagai agenda besar saat ini yakni mencerdaskan umat dengan tsaqafah politik Islam, sekaligus mendorong para penguasa agar tidak ragu menegakkan hukum Allah secara total.


Kejayaan Khilafah dalam Memimpin Negara


Sepanjang sejarah Islam 1300 tahun, sistem Khilafah menjadi model pemerintahan yang menyatukan banyak peradaban, bangsa, dan wilayah di bawah satu kepemimpinan. Masa kejayaannya ditandai oleh 3 pilar utama: kekuatan politik, kemajuan ilmu, dan keadilan sistem


Khilafah mampu menyatukan wilayah yang sangat luas dari Spanyol di Barat sampai India di Timur, dari Afrika Utara sampai Asia Tengah. Contoh, Khilafah Umayyah 661-750 M wilayah terluas dalam sejarah Islam, membentang 3 benua. Khilafah Abbasiyah 750-1258 M, menjadikan Baghdad pusat dunia, tempat bertemunya pedagang, ulama, dan ilmuwan dari berbagai bangsa. Khilafah Utsmaniyah 1299-1924 M, bertahan >600 tahun dan menjadi penyeimbang kekuatan Eropa selama berabad-abad. Persatuan ini membuat keamanan jalur dagang, stabilitas mata uang Dinar-Dirham, dan mobilitas ulama serta pelajar jadi sangat tinggi.


Masa Khilafah Abbasiyah dikenal juga sebagai Zaman Keemasan Islam/The Golden Age of Islam. Baitul Hikmah di Baghdad, perpustakaan dan pusat penerjemahan terbesar dunia saat itu. Kitab-kitab Yunani, Persia, India diterjemahkan ke Arab, lalu dikembangkan. Lahirnya Tokoh-tokoh dunia seperti Al-Khawarizmi bapak aljabar, Ibnu Sina bapak kedokteran Modern, dan lainnnya.


Dan dari sisi Infrastruktur, Rumah sakit, observatorium, universitas seperti Al-Azhar dan Al-Qarawiyyin berdiri dan dibiayai negara. Sistem ini jadi rujukan Universitas di Eropa. Serta dalam sistem ekonomi, negara bertanggung jawab atas fakir miskin, yatim, janda, dan infrastruktur umum seperti jalan, jembatan, irigasi.


Sehingga, khilafah dipandang sebagai satu kekuatan politik global. Surat-menyurat diplomatik Khalifah ke Raja-raja Eropa dan Asia menunjukkan posisi tawar yang tinggi. Kekuatan militernya menjaga perbatasan dan melindungi umat serta non-muslim yang hidup di bawah naungannya. Kejayaan Khilafah bukan hanya soal luas wilayah atau perang. Tapi soal bagaimana negara menjalankan fungsinya: menjaga agama, mengatur urusan umat dengan syariat, menjamin keamanan, dan memajukan ilmu. Maka tidak ada lagi alasan untuk tidak menegakkan khilafah di dunia ini karena khilafah sudah tidak di ragukan lagi kesejahteraan nya, keberkahan dalam negeri karena telah menerapkan hukum Allah.

Halaman
Tambah Favorit
3733067073743872993
Chat Kami disini

Form Bantuan Whatsapp

Hello! Ada yang bisa dibantu?
×
×
Total Harga ( Produk)

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya

Total Harga ( Produk)

Biaya Admin:

Biaya ongkir: dg berat ()

Total Pembayaran:

Untuk produk fisik, Ongkos kirim akan muncul setelah ongkir dipilih

Tampilkan Kupon