Derita Gaza yang tak kunjung hilang : Islam solusinya
Oleh : Devi Aryani | Aktivis Dakwah Muslimah
Sudah lama Palestina/ Gaza menderita ditanahnya sendiri, bahkan bukan 2
atau 3 hari tapi sudah bertahun tahun. Banyak pribumi disana menjadi korban entah itu orang disana asli penduduk, sipil, bahkan relawan yang kadang jasadnya
tidak bisa dikenali, karena memang rudal rudal yang turun disana memakai zat
kimia menghancurkan bangunan bahkan manusia bisa menjadi hancur sehancurnya.
Lalu yang dilakukan Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa untuk mengakhiri bencana kemanusiaan yang
semakin parah di Jalur Gaza diperlukan pembukaan tanpa batasan di semua
penyeberangan untuk pengiriman bantuan.
Tapi sayang nya PBB yang ada didunia hanya tunduk pada 1 Negara, yaitu
Amerika Serikat dia lah yang memegang kendali PBB. Banyak anak anak, lansia, ibu
ibu, bayi bahkan semua orang disana terus menderita kelaparan, persediaan medis
masih belum cukup memenuhi kebutuhan yang membludak, dan wabah penyakit terus
berlanjut di tengah runtuhnya sistem air dan sanitasi dan krisis akut material
untuk tempat tinggal.
Lalu apakah Pembukaan Rafah masih
dibatasi dengan syarat ketat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa
untuk mengakhiri bencana kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza
diperlukan pembukaan tanpa batasan di semua penyeberangan untuk pengiriman
bantuan. Sejak gencatan senjata diberlakukan, otoritas Palestina mencatat
sedikitnya 1.700 pelanggaran oleh Israel. Pelanggaran itu mencakup pembatasan
bantuan kemanusiaan, penolakan izin perawatan medis dan evakuasi ke luar
negeri, serta serangan harian di berbagai wilayah. Dalam periode tersebut,
sebanyak 614 warga Palestina tewas dan 1.643 lainnya luka-luka.
Disistem sekarang (Kapitalisme) nyawa sudah tidak ada harganya, yang
ditinggikan hanya kekuasan. Direbutkan hanya kekuasan lalu perluasan wilayah
yang mereka pikirkan. Lalu jelas ketika Islam yang tegak, Islam melarang
merampas tanah milik orang lain jangan kan untuk merampas memperluas sedikit
pun sangat besar sanksinya. Yang mereka butuhkan sekarang yaitu bersatu nya
umat Islam diseluruh dunia dengan melakukan jihad fi sabilillah melawan
arogansi Israel yang laknat itu.
Solusi terbaik hanya dengan
menjadikan hukum Islam sebagai asas peraturan global sehingga terwujud rahmatan
lil 'alamin. Tanpa Islam umat manusia dimuka bumi ini tidak akan bersatu karena
begitu banyak nya peraturan manusia yang dijadikan landasan hidupnya.
Wallahu'allam..
.jpg)