Pemerintah Tegaskan Negara Turut Mempercepat Akses Terisolir dan Bantuan Bencana Sumatra krinkz.co
KRINKZ.CO, Tapanuli Selatan – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tegas menyatakan pemerintah tidak akan meninggalkan korban bencana yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Pernyataan itu disampaikan langsung saat kunjungan di posko pengungsian di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12), di tengah upaya penanganan pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden menekankan bahwa negara terus hadir di tengah kesulitan masyarakat terdampak, baik melalui bantuan logistik maupun kehadiran langsung jajaran pemerintah di lapangan. Dalam dialog dengan pengungsi, Prabowo memastikan seluruh korban bencana akan mendapatkan dukungan pemerintah sampai proses pemulihan benar-benar berjalan.
“Pemerintahmu, pemimpinmu, presidenmu tidak akan meninggalkan saudara-saudara yang terdampak,” ungkap Prabowo di hadapan warga yang mengungsi di posko Batu Hula. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menghadapi dampak bencana yang luas di Pulau Sumatera.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo juga telah menugaskan sejumlah menteri untuk turun langsung mengecek kondisi di wilayah terdampak. Para menteri diminta untuk memantau perkembangan penanganan, termasuk distribusi bantuan dan pemulihan infrastruktur yang terdampak, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah terhadap krisis yang terjadi.
Kunjungan Presiden juga mencerminkan fokus pemerintah untuk memastikan akses bagi wilayah yang sebelumnya terisolir mulai dibuka. Presiden menyampaikan bahwa akses jalan menuju desa-desa yang sempat putus kini telah terbuka, buah dari upaya percepatan penanganan yang melibatkan berbagai lembaga dan instansi terkait.
Upaya itu mencakup sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta TNI dan Polri untuk mempercepat perbaikan infrastruktur krusial. Pemerintah menargetkan seluruh desa terisolir dapat diakses kembali dalam waktu dekat, sehingga bantuan dan layanan dasar bisa menjangkau masyarakat secara maksimal.
Respons pemerintah pusat terhadap bencana ini dilakukan di tengah gelombang banjir dan longsor besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera akhir November hingga Desember 2025. Dampak bencana tersebut sangat luas, menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan orang luka-luka, serta jutaan warga terdampak dan mengungsi. Total kerusakan meliputi ribuan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur transportasi yang rusak parah.
Presiden sebelumnya juga telah meminta seluruh kementerian dan lembaga bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana ini, termasuk percepatan pemulihan dan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak. Instruksi tersebut menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap fokus pada keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga pascabencana.
Selain itu, pemerintah memastikan persediaan kebutuhan pokok seperti pangan, obat-obatan, pakaian, dan pasokan air bersih telah diperiksa dan tercukupi di wilayah terdampak. Pemerintah terus memantau stok ini untuk memastikan bantuan berkelanjutan sampai kondisi benar-benar membaik.
Pernyataan Presiden Prabowo di Tapanuli Selatan menjadi bagian dari rangkaian aksi pemerintah dalam penanganan bencana besar di Sumatera, sekaligus upaya menenangkan masyarakat yang masih mengalami trauma akibat kerusakan dan kehilangan akibat banjir dan longsor.
p: Agus Sanjaya
