Warga Garut Diduga Diintimidasi Usai Kritik Dana Desa
KRINKZ.CO, Garut – Sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah menampilkan dugaan intimidasi terhadap seorang warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa itu diduga terjadi karena warga tersebut sebelumnya menyampaikan keluhan terkait anggaran desa dan rencana perbaikan jalan yang belum terealisasi secara optimal.
Video yang pertama kali diunggah melalui akun media sosial Holis Muhlisin tersebut memperlihatkan situasi tegang antara warga dan sejumlah orang yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa setempat. Rekaman itu kemudian menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari masyarakat dunia maya.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pemuda mengenakan kaos bermotif One Piece bersama beberapa anggota keluarganya mendatangi dan memarahi warga yang mengunggah kritik. Pemuda itu disebut-sebut merupakan anak dari kepala desa setempat. Percakapan berlangsung dengan nada tinggi dan terkesan menekan, sehingga memunculkan dugaan intimidasi secara verbal.
Warga yang menjadi sasaran kemarahan sebelumnya diketahui menyuarakan keluhan terkait penggunaan anggaran desa, khususnya menyangkut rencana perbaikan jalan desa yang dinilai belum berjalan maksimal. Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial dengan harapan mendapat penjelasan dan tindak lanjut dari pemerintah desa.
Namun, alih-alih memperoleh klarifikasi atau jawaban yang bersifat solutif, warga tersebut justru menghadapi tekanan dari pihak keluarga oknum pejabat desa. Peristiwa ini kemudian memicu kemarahan netizen yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap aparatur desa yang seharusnya melayani dan melindungi masyarakat.
Warganet ramai-ramai menyampaikan dukungan kepada warga yang diduga menjadi korban intimidasi. Banyak yang menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan dan mengawasi penggunaan dana desa. Kritik yang disampaikan secara terbuka dinilai sebagai bagian dari partisipasi publik dalam pembangunan desa.
Kasus di Cisewu ini juga dinilai menambah deretan persoalan relasi antara masyarakat dan pemerintah desa terkait transparansi pengelolaan anggaran. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tentang desa, warga berhak mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban dana desa yang digunakan untuk pembangunan.
Sejumlah netizen mendesak aparat pemerintah di tingkat kecamatan hingga kabupaten untuk segera turun tangan. Mereka berharap ada mediasi yang adil serta pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di Desa Panggalih guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dan untuk mencegah konflik serupa terulang.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dukungan terus mengalir kepada pemilik akun yang mengunggah video, dengan harapan pihak berwenang dapat memberikan perlindungan kepada warga serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut kebebasan warga menyampaikan kritik serta pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Publik menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dan terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat.
P: Agus Sanjaya
