LISENSI

RmdmRmA6TmA7Rmd8Rmj7Rqw5R7TusBSpMXQpaVQps6ftMBQcsrfoaBL=

CUSTOM CSS DAN JS

CLOSE AD
Artikel,kecemasan,kembang api,Kesehatan,kesehatan mental,perayaan,stres,tidur,

Tanpa Kembang Api, Tahun Baru Justru Lebih Menenangkan Pikiran

Warga menikmati malam Tahun Baru dengan suasana tenang tanpa kembang api
KRINKZ.CO, Jakarta – Perayaan Tahun Baru tanpa kembang api dinilai menjadi pilihan yang berdampak positif bagi kesehatan mental. Sejumlah ahli menyebut keputusan tidak menyalakan kembang api dapat mengurangi stres, kecemasan, serta gangguan emosional, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan sensitivitas sensorik.

Tradisi kembang api selama pergantian tahun kerap identik dengan suara keras dan keramaian. Namun, bagi sebagian orang, kondisi tersebut justru memicu rasa tidak nyaman. Psikolog menjelaskan bahwa paparan suara bising secara tiba-tiba dapat meningkatkan respons stres tubuh, memicu detak jantung lebih cepat, dan menimbulkan rasa panik.

Dalam penjelasannya, pakar kesehatan mental menyebut suara ledakan kembang api bisa menjadi pemicu kecemasan berlebih, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan kecemasan, post-traumatic stress disorder, atau spektrum autisme. Sensasi cahaya menyilaukan dan suara keras secara bersamaan dapat membuat otak bekerja lebih keras dalam memproses rangsangan.

Tidak hanya manusia, dampak psikologis juga dirasakan hewan peliharaan. Banyak pemilik hewan melaporkan anjing dan kucing menunjukkan perilaku gelisah, ketakutan, bahkan agresif saat kembang api dinyalakan. Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi kesehatan mental pemiliknya.

Sebaliknya, perayaan Tahun Baru tanpa kembang api dinilai memberi ruang untuk refleksi dan ketenangan. Masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti berkumpul bersama keluarga, melakukan doa bersama, atau sekadar menikmati suasana tanpa kebisingan.

Psikolog menuturkan bahwa suasana tenang saat pergantian tahun dapat membantu seseorang memulai tahun baru dengan kondisi emosi yang lebih stabil. Lingkungan yang minim gangguan suara memungkinkan tubuh dan pikiran beradaptasi secara alami tanpa lonjakan hormon stres.

Selain itu, tidur juga menjadi faktor penting. Suara kembang api yang berlangsung hingga larut malam kerap mengganggu pola tidur. Kurang tidur diketahui berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati, sulit berkonsentrasi, dan kelelahan mental. Perayaan tanpa kembang api memberi kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat lebih optimal.

Dari sisi sosial, tren perayaan tanpa kembang api juga dianggap lebih inklusif. Kelompok masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan akibat kebisingan kini dapat menikmati momen pergantian tahun tanpa rasa tertekan. Hal ini turut mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, ahli menegaskan bahwa pilihan merayakan Tahun Baru tetap bersifat personal. Tidak semua orang merasakan dampak negatif dari kembang api. Namun, meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental membuat banyak pihak mulai mempertimbangkan alternatif perayaan yang lebih ramah bagi semua kalangan.

Dalam konteks jangka panjang, kebiasaan memilih perayaan yang lebih tenang dinilai dapat membentuk pola hidup yang lebih seimbang. Masyarakat diajak untuk memahami bahwa merayakan momen spesial tidak selalu harus dengan suara keras dan kemeriahan berlebihan.

Perubahan cara merayakan Tahun Baru ini mencerminkan pergeseran nilai di masyarakat. Fokus tidak lagi semata pada hiburan, tetapi juga pada kesejahteraan mental dan emosional bersama.

P: Fitri Isnia Nuryani, S.Pt

Halaman
3733067073743872993
Chat Kami disini

Form Bantuan Whatsapp

Hello! Ada yang bisa dibantu?
×
×
Total Harga ( Produk)

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya

Total Harga ( Produk)

Biaya Admin:

Biaya ongkir: dg berat ()

Total Pembayaran:

Untuk produk fisik, Ongkos kirim akan muncul setelah ongkir dipilih

Tampilkan Kupon