Said Iqbal Sebut Dua Perusahaan Otomotif di Jatim Terancam PHK Besar-Besaran
KRINKZ.CO, Jakarta – Gelombang kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mencuat setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap adanya dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur yang berpotensi melakukan PHK terhadap ribuan pekerja. Ancaman tersebut muncul seiring rencana relokasi sebagian kegiatan produksi ke luar negeri.
Menurut Said Iqbal, dua perusahaan yang berlokasi di wilayah Pasuruan dan Mojokerto saat ini masih berada dalam tahap awal pembahasan terkait pemindahan sebagian produksi. Meski belum menyebut nama perusahaan secara terbuka, ia menyatakan ribuan pekerja berpotensi terdampak apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan.
Ia menjelaskan bahwa perubahan strategi bisnis perusahaan induk di Jepang menjadi salah satu faktor utama. Perusahaan disebut ingin mengalihkan fokus produksi menuju komponen kendaraan listrik dan menilai pengembangan industri tersebut lebih kompetitif di negara lain dibandingkan Indonesia.
Menurutnya, kebijakan dan insentif yang diberikan sejumlah negara dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dinilai lebih menarik bagi investor. Kondisi itu disebut mendorong sebagian investasi baru mengalir ke luar Indonesia dan memicu pertimbangan relokasi produksi.
Untuk mengantisipasi potensi PHK, KSPI bersama serikat pekerja terkait telah mendorong dialog antara pekerja dan manajemen perusahaan. Langkah tersebut dilakukan guna mencari solusi agar kegiatan produksi tetap dipertahankan di Indonesia dan hak-hak pekerja dapat terlindungi.
Said Iqbal juga menyatakan akan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat agar dapat dipertimbangkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional, khususnya pada sektor kendaraan listrik.
Ancaman PHK di sektor manufaktur menjadi perhatian karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berbagai pihak berharap langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah, pelaku industri, dan serikat pekerja mampu mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih luas di masa mendatang.
P: Agus Sanjaya
