Luhut Ungkap Penyebab Kemiskinan Bertambah Meski Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Ini Penjelasannya
KRINKZ.CO, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap salah satu faktor yang diduga menyebabkan jumlah penduduk miskin bertambah meski pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen. Menurutnya, kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat menjadi penyebab yang perlu mendapat perhatian serius.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas sorotan Presiden Prabowo Subianto mengenai fenomena pertumbuhan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Luhut menjelaskan Dewan Ekonomi Nasional telah melakukan perhitungan terkait kondisi tersebut. Meski tidak merinci seluruh datanya, ia menyebut kenaikan harga kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan angka kemiskinan.
Di sisi lain, Luhut tetap optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh. Namun, ia menilai pemerintah harus memastikan setiap program berjalan lebih efisien agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, kesempatan tersebut diperkirakan hanya akan berlangsung sekitar satu dekade lagi sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal.
Luhut menilai target Indonesia Emas 2045 masih sangat mungkin dicapai apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor.
Selain itu, ia menekankan pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi potensi korupsi. Langkah tersebut diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti kondisi yang disebutnya sebagai anomali ekonomi. Ia mempertanyakan mengapa jumlah penduduk miskin masih bertambah meski pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 5 persen.
Fenomena tersebut memunculkan berbagai diskusi mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, serta daya beli masyarakat. Sejumlah ekonom menilai pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat berbagai kebijakan ekonomi agar pertumbuhan yang tercapai tidak hanya tercermin dalam angka makroekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di berbagai daerah.
P: Fergi Nadira
