Kebut 3 Proyek Di Tengah Banjir : Apakah solusi ?
Oleh : Devi Aryani | Aktivis Dakwah Muslimah
Krinkz.co - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti permasalahan banjir di Kabupaten Bandung saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Ke-385 Kabupaten Bandung, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026). Dedi Mulyadi memberikan beberapa solusi penanganan banjir di Kabupaten Bandung, salah satunya memperbanyak danau sebagai penampung air hujan. Pemerintah Provinsi Jabar akan membantu pembuatan danau di lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Lalu dengan melakukan pembenahan tata ruang karena banyak sawah yang diubah menjadi pabrik, dan penanganan sampah yang ada di Kabupaten Bandung sebagai penyebab banjir dimana akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah disepakati antara Pemprov Jabar dengan sejumlah kota/ kabupaten di kantor Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. Dan penanaman pohon pun harus dilakukan sebanyak mungkin karena agar meresapnya air ke pohon tersebut.
Maka mengatasi banjir tak cukup sekadar dengan proyek pengendali banjir saja. Namun, harus diawali juga dengan tindakan pencegahannya. Sebab, banjir yang melanda di berbagai daerah setiap tahunnya terus berulang. Hal ini, tak lepas karena akibat adanya pengalihan lahan sebagai daerah resapan air seperti hutan beralih fungsi menjadi pertanian/perkebunan, pemukiman, bahkan industri. Maka dari itu memang harus adanya kesadaran diri dari kitanya untuk mengolah lahan untuk resapan air sebanyak mungkin, karena memang dengan dibangunnya pemukiman,perumahan tidak bisa menyerap air hujan dengan siklus yang sangat banyak
Memang dengan proyek pembangunan yang pemerintah adakan sekarang membantu akan tidak terjadi banjir kembali, tapi yang dilakukan pemerintahan sekarang banyak nya keuntungan yang mereka cari. Ketika adanya kembali kebijakan Omnibus Law yang memudahkan pemilik modal menjalankan proyek-proyek kapitalis yang banyak mengakibatkan kerusakan bencana banjir, ekosistem, longsor dan kerusakan lainnya.
Jadi penanganan banjir ini tak cukup dengan membangun proyek pengendali banjir tanpa menyelesaikan masalah utamanya. Karena hanya menyelesaikan masalah cabang saja sedangkan masalah utama terus dibiarkan, yang akhirnya hanya solusi tambal sulam. Maka semua ini hanya solusi semata saja tidak memberantas masalah pokoknya, yang memang harus dilakukan dengan solusi Islam yang memecahakna masalah dari akarnya, salah satunya harus memberantas para pengusaha yang terlalu haus akan kekayaan dan merugikan rakyatnya.
Wallohu'allam..
