Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur, Diduga Terima Uang
KRINKZ.CO, Jakarta – Sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mendesak pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang sebelumnya bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Desakan tersebut muncul setelah beredar dugaan bahwa terdapat penerimaan uang terkait pertemuan tersebut.
Mahasiswa yang menyampaikan tuntutan menilai dugaan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada civitas akademika agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan terhadap organisasi mahasiswa. Mereka meminta seluruh pihak yang terlibat memberikan klarifikasi secara transparan.
Menurut sejumlah mahasiswa, independensi organisasi kemahasiswaan merupakan hal yang penting untuk dijaga. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan atau memengaruhi objektivitas organisasi perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik kampus.
Di sisi lain, pihak yang menjadi sorotan diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi terkait tuduhan yang beredar. Klarifikasi dianggap penting untuk memastikan informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah mahasiswa.
Pengamat pendidikan menilai organisasi mahasiswa memiliki peran strategis sebagai wadah aspirasi dan kontrol sosial di lingkungan kampus. Oleh karena itu, integritas pengurus menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga tersebut.
Kasus ini juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai transparansi dan akuntabilitas organisasi kemahasiswaan. Banyak pihak menilai setiap dugaan pelanggaran etika perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang berlaku agar menghasilkan keputusan yang adil.
Hingga kini, polemik terkait pertemuan tersebut masih menjadi perhatian mahasiswa dan masyarakat kampus. Berbagai pihak berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka sehingga tidak mengganggu aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
P: Achmad Al Fiqri
