China Targetkan 90 Persen Ekonomi Nasional Digerakkan AI pada 2030 Ini Strateginya
KRINKZ.CO, Beijing – China menargetkan sekitar 90 persen aktivitas ekonomi nasional akan terhubung dan didorong oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) pada 2030. Target ambisius tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara tersebut untuk memperkuat daya saing industri, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Pemerintah China menilai AI akan menjadi teknologi utama yang membentuk ekonomi masa depan. Karena itu, investasi besar terus dilakukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital, pusat data, komputasi awan, robotika, hingga teknologi generatif yang semakin banyak digunakan dalam aktivitas bisnis.
Penerapan AI tidak hanya difokuskan pada sektor teknologi. Industri manufaktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, keuangan, hingga layanan publik juga menjadi sasaran utama transformasi berbasis kecerdasan buatan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional.
Sejumlah perusahaan teknologi besar di China juga terus mempercepat pengembangan model AI dan sistem otomatisasi. Persaingan global dalam bidang kecerdasan buatan membuat negara tersebut berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat inovasi teknologi dunia.
Pengamat menilai keberhasilan strategi tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi China. Pemanfaatan AI secara luas berpotensi meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menciptakan model bisnis baru yang sebelumnya tidak memungkinkan.
Meski demikian, transformasi berbasis AI juga menghadirkan tantangan. Isu keamanan data, privasi, regulasi, hingga potensi perubahan struktur lapangan kerja menjadi perhatian yang harus diantisipasi agar perkembangan teknologi tetap memberikan manfaat yang seimbang.
Dengan target yang agresif hingga 2030, China menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan kecerdasan buatan sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini diperkirakan akan memengaruhi persaingan teknologi global dalam beberapa tahun mendatang.
P: Leo Dwi Jatmiko
