Puluhan Calon Siswa Bandung Palsukan KK dan Sertifikat SPMB, Pendaftaran Dibatalkan, Orang Tua Terancam Sanksi
KRINKZ.CO, Bandung – Puluhan calon siswa di Kota Bandung terindikasi menggunakan dokumen palsu berupa kartu keluarga dan sertifikat untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026. Temuan tersebut membuat pendaftaran calon siswa dibatalkan, sementara orang tua yang terlibat terancam sanksi.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menemukan dugaan pemalsuan dokumen setelah melakukan proses verifikasi terhadap data pendaftaran calon siswa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dokumen yang digunakan sesuai dengan persyaratan penerimaan murid baru.
Dokumen yang diduga dipalsukan meliputi kartu keluarga hingga sertifikat prestasi. Berkas tersebut digunakan calon siswa untuk memenuhi persyaratan pada jalur penerimaan tertentu dalam pelaksanaan SPMB.
Temuan pemalsuan dokumen menunjukkan adanya upaya untuk mendapatkan kesempatan masuk ke sekolah yang dituju dengan menggunakan data tidak sesuai kondisi sebenarnya. Pemerintah Kota Bandung kemudian mengambil tindakan terhadap pendaftaran yang terbukti bermasalah.
Calon siswa yang menggunakan dokumen tidak sah dapat dibatalkan dari proses penerimaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelaksanaan SPMB tetap berjalan sesuai aturan dan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta.
Pemerintah Kota Bandung juga menyoroti keterlibatan orang tua dalam penggunaan dokumen palsu. Pemalsuan dokumen tidak hanya berdampak terhadap proses penerimaan siswa, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pihak yang terlibat.
Proses verifikasi menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kecurangan selama pelaksanaan SPMB. Pemeriksaan data dilakukan agar calon siswa yang diterima benar-benar memenuhi persyaratan sesuai jalur pendaftaran yang dipilih.
Kasus tersebut menjadi perhatian di tengah upaya pemerintah menciptakan sistem penerimaan murid baru yang transparan dan adil. Penggunaan dokumen palsu dapat merugikan calon siswa lain yang telah mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan.
Dinas Pendidikan Kota Bandung terus melakukan pemeriksaan terhadap dokumen peserta untuk mengantisipasi kemungkinan pelanggaran lainnya. Masyarakat dan orang tua diingatkan agar mengikuti proses penerimaan siswa sesuai aturan yang berlaku.
Temuan puluhan calon siswa yang menggunakan KK dan sertifikat palsu berujung pada pembatalan pendaftaran. Pemerintah terus memperketat verifikasi dokumen, sementara orang tua yang terlibat dalam pemalsuan terancam menghadapi sanksi.
P: Tri Indriawati
