Harga Minyak Dunia Turun Usai OPEC+ Tambah Produksi, Pasokan Global Bertambah, Pelaku Pasar Khawatir Kelebihan Suplai
KRINKZ.CO, Jakarta – Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Senin, 6/6/26, setelah OPEC+ sepakat menaikkan target produksi mulai Agustus. Bertambahnya pasokan minyak global memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan suplai.
Harga minyak mentah Brent turun 24 sen menjadi US$71,88 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI Amerika Serikat melemah 11 sen menjadi US$68,58 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah OPEC+ menyepakati peningkatan target produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Agustus 2026. Kebijakan tersebut melanjutkan langkah penambahan produksi yang sebelumnya dilakukan pada Juni dan Juli.
Tambahan produksi minyak menjadi perhatian pasar seiring pulihnya pasokan dari sejumlah negara produsen. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap bertambahnya ketersediaan minyak mentah di pasar global.
Aliran ekspor minyak dari negara-negara Teluk melalui Selat Hormuz juga mulai mengalami pemulihan. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia setelah sebelumnya terganggu akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Produksi minyak OPEC tercatat mengalami pemulihan pada Juni 2026. Peningkatan produksi dan ekspor dari kawasan Teluk turut memberikan tekanan terhadap pergerakan harga minyak di pasar internasional.
Rusia juga meningkatkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan wilayah barat. Peningkatan pengiriman tersebut terjadi ketika sejumlah kilang domestik menghadapi gangguan akibat serangan pesawat nirawak Ukraina.
Meski pasokan mulai bertambah, kondisi pasar minyak global masih menghadapi ketidakpastian. Perkembangan konflik geopolitik dan pemulihan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz tetap menjadi perhatian pelaku pasar.
Pergerakan harga minyak juga akan dipengaruhi keseimbangan antara peningkatan produksi dan permintaan energi global. Bertambahnya pasokan tanpa pertumbuhan permintaan yang seimbang berpotensi memberikan tekanan terhadap harga minyak.
Keputusan OPEC+ menambah produksi mulai Agustus membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan pasokan global. Potensi kelebihan suplai menjadi perhatian di tengah harga minyak dunia yang kembali mengalami penurunan.
P: Yohana Artha Uly
