Jutaan Warga Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Seruan Balas Dendam Menggema, Rakyat Larut dalam Duka
KRINKZ.CO, Teheran – Jutaan warga Iran memadati jalan utama Kota Teheran pada Senin, 6 Juli 2026, untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Massa mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera nasional, sementara seruan perlawanan dan balas dendam menggema di tengah suasana duka.
Barisan warga memenuhi rute prosesi dari Lapangan Revolusi hingga Lapangan Azadi setelah jenazah disemayamkan selama dua hari di Masjid Agung Mosalla. Para pelayat turut membawa foto Khamenei dan panji bertuliskan slogan perlawanan.
Besarnya jumlah warga yang mengikuti prosesi menjadi perhatian di tengah kondisi domestik Iran. Pemerintah memanfaatkan rangkaian pemakaman dengan simbol keagamaan dan politik untuk menyampaikan pesan persatuan nasional kepada masyarakat.
Khamenei memimpin Iran sejak 1989 hingga meninggal dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Kepemimpinan Iran kemudian dilanjutkan putranya, Mojtaba Khamenei, sejak Maret 2026.
Otoritas Iran memberikan status syahid kepada Khamenei dan menjadikan suasana duka sebagai bagian penting dalam rangkaian penghormatan terakhir. Simbol perlawanan turut terlihat melalui pengibaran bendera merah berukuran besar di kompleks Masjid Agung Mosalla.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan massa yang mengikuti prosesi membawa dua pesan utama. Warga menyerukan perlawanan terhadap musuh sekaligus menuntut pembalasan atas kematian mantan pemimpin tertinggi mereka.
Berbagai ilustrasi Khamenei dengan latar merah dan hitam juga menghiasi ruang publik. Penggunaan warna tersebut menggambarkan suasana duka, kematian sebagai syahid, dan seruan untuk melakukan pembalasan.
Rute perjalanan jenazah Khamenei dirancang melewati sejumlah wilayah penting bagi masyarakat Syiah. Prosesi bergerak dari Qom di Iran menuju Najaf dan Karbala di Irak sebelum jenazah dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad.
Sejumlah delegasi asing turut menghadiri rangkaian penghormatan terakhir tersebut. Sementara itu, Mojtaba Khamenei diperkirakan tidak menghadiri prosesi pemakaman secara langsung dengan pertimbangan keamanan.
Prosesi pemakaman Khamenei menjadi momentum berkumpulnya jutaan warga di tengah situasi politik dan keamanan Iran. Seruan perlawanan dan pembalasan terus menggema sepanjang rangkaian penghormatan terakhir, sementara rakyat larut dalam duka melepas mantan pemimpin tertinggi mereka.
P: Huminca Sinaga
