NASA Luncurkan Misi Penyelamatan Teleskop Swift, Orbit Terus Menurun, Ilmuwan Berharap Observasi Berlanjut
KRINKZ.CO, Washington – NASA meluncurkan misi penyelamatan untuk mempertahankan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory yang terancam jatuh ke atmosfer Bumi. Pesawat ruang angkasa robotik dikirim untuk menangkap Swift dan mengangkatnya menuju orbit yang lebih tinggi.
Misi tersebut menggunakan pesawat ruang angkasa bernama LINK yang dikembangkan Katalyst Space Technologies. Wahana robotik itu diluncurkan menggunakan roket Pegasus XL yang dilepaskan dari pesawat di atas Samudra Pasifik.
Swift telah berada di luar angkasa sejak diluncurkan pada 2004 untuk mengamati berbagai fenomena astronomi berenergi tinggi. Teleskop tersebut dikenal memiliki kemampuan mendeteksi semburan sinar gamma dan berbagai peristiwa kosmik lainnya.
Namun, orbit Swift terus mengalami penurunan akibat hambatan atmosfer yang semakin kuat. Peningkatan aktivitas Matahari turut mempercepat penurunan ketinggian teleskop hingga menimbulkan ancaman masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Kondisi semakin sulit karena Swift tidak dilengkapi sistem pendorong yang dapat digunakan untuk menaikkan orbit secara mandiri. Tanpa tindakan penyelamatan, teleskop tersebut berisiko kehilangan kemampuan operasional dan terbakar ketika memasuki atmosfer.
LINK dirancang untuk mendekati dan menangkap Swift menggunakan teknologi robotik. Proses tersebut menjadi tantangan karena teleskop yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade itu tidak memiliki perangkat khusus untuk melakukan proses penyambungan di luar angkasa.
Setelah berhasil menangkap Swift, wahana robotik akan menggunakan sistem pendorong untuk menaikkan posisi teleskop menuju orbit yang lebih aman. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa operasional observatorium.
Misi penyelamatan Swift juga menjadi langkah penting dalam perkembangan teknologi pelayanan satelit di orbit. Keberhasilan operasi dapat membuka peluang penyelamatan dan perpanjangan masa penggunaan wahana luar angkasa lainnya pada masa depan.
Swift masih memiliki kemampuan untuk menghasilkan data ilmiah yang berharga bagi penelitian astronomi. Penyelamatan teleskop dinilai dapat mempertahankan perannya dalam mengamati berbagai fenomena kosmik tanpa harus membangun observatorium pengganti.
Pesawat ruang angkasa LINK diperkirakan membutuhkan waktu untuk mencapai dan melakukan proses penyelamatan Swift. Keberhasilan misi akan menentukan kelanjutan operasional teleskop, sementara para ilmuwan berharap observatorium tersebut dapat terus melakukan pengamatan luar angkasa.
P: Rochmat Shobirin
