Sutoyo Abadi Kritik Indonesia Tak Kirim Delegasi Khusus ke Iran, Dubes RI Tetap Hadir, Sikap Pemerintah Dipertanyakan
KRINKZ.CO, Jakarta – Ketua Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi mengkritik keputusan Pemerintah Indonesia yang tidak mengirim delegasi khusus dari Jakarta dalam prosesi penghormatan terakhir mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Indonesia tetap menghadiri prosesi tersebut melalui Duta Besar RI untuk Iran, tetapi keputusan pemerintah itu dipertanyakan Sutoyo.
Sutoyo menilai ketidakhadiran delegasi khusus Indonesia sangat disayangkan mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Ia menganggap keputusan tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap undangan yang disampaikan Iran melalui jalur diplomatik.
Menurut Sutoyo, sejumlah negara mengirim utusan dalam prosesi penghormatan terakhir Ali Khamenei. Kehadiran delegasi dari berbagai negara tersebut menjadi dasar kritiknya terhadap keputusan Indonesia yang hanya diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran.
Sutoyo juga menyoroti informasi mengenai sejumlah negara yang disebut membatalkan kehadiran dalam prosesi tersebut. Ia mengaitkan kondisi itu dengan dugaan adanya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang berencana menghadiri acara.
Dalam pernyataannya, Sutoyo mempertanyakan konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Ia membandingkan sikap pemerintah dengan sejumlah negara anggota Gerakan Non-Blok dan Organisasi Kerja Sama Islam yang mengirimkan utusan dalam prosesi tersebut.
Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, China, India, Malaysia, dan Bangladesh disebut mengirim delegasi. Kondisi tersebut semakin mendorong Sutoyo mempertanyakan keputusan Indonesia untuk tidak mengirim delegasi khusus dari Jakarta.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya menjelaskan Indonesia tetap menghadiri prosesi penghormatan terakhir melalui Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Roy Soemirat. Pemerintah tidak mengirim delegasi khusus dari Jakarta untuk menghadiri acara tersebut.
Keterangan pemerintah itu menunjukkan Indonesia tetap memiliki perwakilan dalam prosesi penghormatan terakhir. Namun, Sutoyo tetap mengkritik keputusan tersebut karena menilai tingkat keterwakilan Indonesia tidak sebanding dengan hubungan antara kedua negara.
Sutoyo juga mengaitkan persoalan tersebut dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Ia menilai keputusan pemerintah dapat memunculkan pertanyaan mengenai sikap diplomasi Indonesia terhadap Iran dan konsistensi pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.
Kritik Sutoyo terhadap keputusan pemerintah menjadi sorotan di tengah hubungan diplomatik Indonesia dan Iran. Meski Indonesia tetap diwakili Duta Besar RI, keputusan tidak mengirim delegasi khusus dari Jakarta membuat Sutoyo mempertanyakan sikap pemerintah dalam memenuhi undangan Iran.
P: Agus Sanjaya
